Sepanjang perjalanan di atas motor mulutku meracau,
meracau, tak hanya bergumam,
berlindung dengan selembar slayer menutup mulutku
dari pandangan orang-orang yang mungkin saja menganggapku gila,
ada saatnya aku hanya ingin sendiri,
menyatukan otak dengan hati,
bercerita apapun pada diriku sendiri,
tanpa ragu dan malu, tanpa takut rahasia terbagi,
hanya percakapan antara mulut dan telinga,
sebenarnya bukan percakapan, mungkin mulutku hanya butuh pendengar yang baik,
untuk sekedar mendengarkan apa yang ingin disampaikan,
apa yang dirasakan oleh hatiku,
dan apa yang dipikirkan oleh otakku,
selalu menyenangkan,
bahkan saat pembicaraan bertopik tak menyenangkan,
menangis tanpa ada satupun tahu,
orang lain harus melihatku kuat,
tersenyum dan bahagia di depan mereka,
pencitraan? mungkin,
semangatku juga bisa jatuh,
keyakinanku pada hidup juga bisa luntur,
tapi aku yakin bisa memperbaikinya sendiri,
aku hanya tak ingin orang lain ikut sedih jika tahu aku sedih,
memberatkan pikiran mereka,
cukup aku saja,
aku ingin mereka selalu bahagia,
atau saat aku berbicara dengan topik menyenangkan,
bukannya aku tidak ingin berbagi,
ada hal-hal yang ingin kunikmati sendiri,
aku bisa memilah mana konsumsi publik dan mana yang bukan,
pasti bukan hanya aku saja yang begini,
ya, berbicara pada diri sendiri itu selalu menyenangkan. :)
- @diazputria